Kamis, 16 Juni 2016

Consistency and Standards - KAI Access

Consistency and standards adalah pengguna jangan dibuat bingung dengan perkataan, situasi, ataupun tindakan yang berbeda-beda, padahal memiliki arti yang sama saja. Pada aplikasi KAI Acces, saya menemukan beberapa pelanggaran pada prinsip ini, diantaranya:



Screenshot:
Masalah Usabilitas:  
Menggunakan icon yang tidak sesuai standar

Deskripsi masalah usabilitas yang ditemukan:
Icon yang diberi tanda merah pada gambar biasanya digunakan untuk action refresh, tapi jika icon tersebut di klik maka feedbacknya adalah aplikasi kembali ke halaman awal atau halaman home aplikasi.

Saran perbaikan yang dapat dilakukan:
Jika sistem memberikan feedback ke halaman awal aplikasi sebaiknya icon tersebut diganti menjadi icon yang biasa digunakan seperti rumah atau yang lain yang lebih familiar sehingga icon sesuai dengan fungsinya. Misal icon home.

Skala Severitas:
2






Screenshot:

Masalah Usabilitas:  
Menggunakan input dialog tidak sesuai standar

Deskripsi masalah usabilitas yang ditemukan:
Pada gambar yang diberi tanda merah terlihat input dialog berupa combobox tetapi di dalam combobox tersebut terdapat input dialog radio button. Padahal kedua jenis input dialog tersebut bisa digunakan salah satunya saja karena fungsinya sama, untuk memilih 1 dari banyak pilihan.

Saran perbaikan yang dapat dilakukan:
Bisa digunakan salah satunya saja, menggunakan radion button saja atau combobox saja.

Skala Severitas:
2

Visibility of System Status - KAI Access

Visibility of system status adalah sistem harus selalu memberi tahu pengguna apa yang sedang terjadi, sedang melakukan apakah user, berada di bagian apa, melalui umpan balik dalam waktu yang wajar. Pada aplikasi KAI Access saya menemukan pelanggaran terhadap prinsip ini. pelanggaran tersebut adalah:


Screenshot:

Masalah Usabilitas:  

Tombol menu tidak memberikan feedback



Deskripsi masalah usabilitas yang ditemukan:

Ketika menu di pilih tidak ada feedback dari aplikasi, seperti berkedip atau apaun yang menandakan bawha menu tersebut di pilih, ketika ponsel yang digunakan fast respon mungkin tidak terlihat atau tidak terasa dampaknya, namun ketika ponsel slow respon pengguna akan kebingungan apakah menu yang dipilih sudah ditekan atau belum.



Saran perbaikan yang dapat dilakukan:

Berikan warna yang berbeda atau respon berupa lighting, kedipan atau apapun yang menandakan bahwa menu tersebut telah dipilih.



Skala Severitas:

2

Uji Usabilitas - Aplikasi KAI Access

Sebuah aplikasi tentu dengan tujuan agar aplikasi tersebut dapat berguna sehingga dapat membantu memudahkan pekerjaan seseorang (pengguna). Nah seperti apasi kriteria aplikasi tersebut dapat dikatakan berguna?. Ada suatu proses untuk mengetahui kegunaan suatu aplikasi yaitu dengan melakukan uji usabilitas.
Jacob Nielsen berpendapat bahwa usability  adalah merupakan suatu atribut kualitas yang digunakan untuk menilai seberapa mudahnya tampilan antarmuka tersebut digunakan oleh pengguna. Kata “usability” di sini juga mengacu kepada metode yang digunakan untuk meningkatkan kemudahan penggunaan selama proses desain. Usability ini dibagi menjadi lima komponen utama, yaitu:
  • Learnability: seberapa mudah pengguna melakukan tugas dasar ketika pertama kali melihat desain antarmuka tersebut?
  • Efficiency: setelah pengguna mampu mengerti tampilan antarmuka yang disajikan, seberapa cepatkah mereka melakukan tugas yang lain?
  • Memoriability: ketika pengguna kembali dihadapkan oleh tampilan antarmuka yang sudah lama tidak digunakannya, seberapa mudahkah mereka dapat kembali terbiasa menggunakannya?
  • Errors: seberapa banyak kesalahan yang pengguna lakukan, seberapa parah kesalahan tersebut, dan seberapa mudahnya mereka pulih dari kesalahan tersebut?
  • Satisfaction: seberapa puaskah pengguan menggunakan tampilan antarmuka tersebut?
Kelima komponen utama usability tersebut juga merupakan faktor yang dapat menentukan suatu website atau aplikasi mampu bertahan atau tidak. Jika website atau aplikasi yang dibuat itu memenuhi kelima faktor tersebut, maka pengguna akan merasa mudah dan nyaman dalam menggunakan website atau aplikasi tersebut.
Setelah mengetahui apa itu uji usabilitas, disini akan dipaparkan hasil uji usabilitas pada aplikasi KAI Access dengan mengamati pengguna yang mengoperasikan aplikasi tersebut. Aktifitas yang diuji adalah melakukan booking tiket hingga mendapatkan nota tiket (pilihlah pembayaran via transfer yang jika tidak dilakukan transfer akan dilakukan pembatalan secara otomatis oleh sistem). Hasil dari uji usabilitas pada KAI Access adalah sebagai berikut (Video : https://youtu.be/U2bWG3dosQk) :
Subtask Durasi Penyelesaian (detik) Komentar Kesalahan yang Dilakukan
Registrasi 85 - -
Menunggu SMS Verifikasi dan Login65- Lupa kode verifikasi
Isi data pencarian kereta dan cari kereta 125 Tanggal tidak berubah, Salah pilih kereta harus isi data pencarian ulang, Tidak menampilkan informasi apa-apa, Salah pilih kereta, Salah pilih keberangkatan dan tujuan,

Pilih kereta 10 - -
Pilih kursi 20 Pilihan kursi sebelumnya harus dihilangkan dulu -
Pilih pembayaran 5 - -
Detail pemesanan 39 Task yang sudah selesai tidak usah ditampilkan lagi -
Cek tiket yang telah dipesan 19 - Salah pilih menu

Dari hasil pengamatan pengguna yang menjalankan aplikasi KAI Access, dari segi learnability aplikasi ini tidak banyak membingungkan. Untuk memoriability aplikasi ini belum memenuhi, idealnya kode verifikasi jika dikirim ke device dimana aplikasi tersebut terinstall maka pengguna tidak perlu menginputkan secara manual dengan cara menghafal dari kotak masuk, karena akan sangat menghambat apabila pengguna tidak mudah mengingat dan tidak menyatatnya terlebih dahulu. Aplikasi ini juga masih terdapat kekurangan pada komponen errors, ketika pengguna memilih keberangkatan dan tujuan yang tidak ada rute, aplikasi tidak menginformasikan apapun hanya menampilkan layar kosong sehingga pengguna akan bingung kesalahan apa yang dilakukan. Untuk sisi efficiency juga sangat terlihat jelas kekurangannya, terlihat pada aktifitas ketika pengguna akan mengganti kereta, pengguna harus kembali mengisikan data pencarian kereta yang seharusnya tidak perlu. Sedangkan komponen satisfication akan sangat dipengaruhi dari hasil penilaian komponen sebelumnya. Kurang lebih seperti itu hasil uji usabilitas yang dapat saya paparkan. Semoga dapat bermnfaat dan menjadikan aplikasi KAI Access ini menjadi lebih baik.

Heuristic Evaluation dan Uji Usabilitas pada Aplikasi KAI Access

Hello Word…!
 
Akhirnya saya ngeblog lagi yang ke dua kali. Kali ini saya akan membahas tentang evaluasi heuristik yang saya lakukan terhadap aplikasi mobile Kereta Api Indonesia Access yang bisa kalian unduh di sini. Aplikasi KAI Access ini dibuat untuk melayani masyarakat dalam melakukan transaksi pemesanan tiket kereta api secara online. Sebelum saya masuk ke pokok pembahasan, sedikit akan saya jelaskan mengenai evaluasi heuristik. 


Menurut Nielsen (1995), evaluasi heuristik (heuristic evaluation) adalah metode yang digunakan untuk menemukan kesalahan pada desain antarmuka. Nielsen mejelaskan ada 10 prinsip umum desain antarmuka yang dapat digunakan, yaitu:
  • Visibility of system status
    Sistem harus selalu memberi tahu pengguna
    apa yang sedang terjadi, sedang melakukan apa, di bagian apa.
  • Match between system and the real world
    sistem harus “berbicara” dengan bahasa, kata, frasa, serta konsep yang mudah dimengerti dan terbiasa bagi pengguna. Lebih baik bahasa yang digunakan sesuai di kehidupan nyata.
  • User control and freedom
    Pengguna sering melakukan kesalahan dalam tugasnya dan memerlukan tanda atau tombol “
    emergency exit” untuk meninggalkan kesalahannya tersebut tanpa harus melakukan prosedur tambahan lainnya. Mendukung untuk melakukan undo dan redo
  • Consistency and standards 
    Pengguna tidak dibuat bingung dengan perkataan, situasi, ataupun tindakan yang berbeda-beda, padahal memiliki arti yang sama saja
  • Error prevention
    Menggunakan pesan error dengan membuat desain yang baik sehingga membuat pengguna menghindari kesalahan yang akan dilakukan sejak pertama kali.
  • Recognition rather than recall
    Jangan membuat
    user mengingat-ingat apa yang harus dilakukan setelahnya.
  • Flexibility and efficiency of use
    Permudah dan percepat pengguna
    untuk melakukan setiap tugasnya.
  • Aesthetic and minimalist design
    Dialog jangan berisi informasi yang tidak relevan atau yang jarang tidak dibutuhkan
  • Help users recognize, diagnose, and recover from errors
    Pesan kesalahan harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana (tanpa kode), tepat menunjukkan masalah, dan benar-benar memberikan solusi.
  • Help and documentationMenyediakan bantuan dan dokumentasi akan sangat membantu pengguna dalam menggunakan sistem.
Nielsen membagi kedalam 4 kategori penilaian (skala severitas). Skala yang dapat digunakan untuk menilai tingkat keparahan masalah kegunaan yang ditemukan selama melakukan teknik heuristic evaluation adalah sebagai berikut:
  • 1 = Cosmetic : not to be fixed (kesalahan kosmetik, tidak perlu diperbaiki).
  • 2 = Minor : need fixing but low priority (masalah minor, butuh perbaikan dengan prioritas rendah).
  • 3 = Major : need fixing and high priority (masalah mayor, penting untuk diperbaiki sehingga harus diberi prioritas yang tinggi).
  • 4 = Catastrophe: imperative to fix (bencana, sangat penting untuk diperbaiki).
Pada kesempatan ini saya akan membahas pelanggaran terhadap 5 dari 10 prinsip diatas pada aplikasi KAI Access. Ke- 5 prinsip tersebut adalah :
  1.  Visibility of system status
  2.  Consistency and standards
  3.  Error prevention
  4. Help users recognize, diagnose, and recover from errors 
  5. Rekap Evaluasi Heuristik
Setelah saya melakukan Evaluasi Heuristik, dilanjutkan dengan melakukan pengujian usabilitas pada aplikasi yang sama, yaitu Uji Usabilitas pada Aplikasi KAI Access.